waktu menunjukkan pukul 1:37 , dan Lukni , Wahyu serta Bagas masih stay on di kosanku
dan tiba-tiba , HA HA HA HA HA HA HA HA
lawakan tengah malam , diselingi PES bersama . . .
setelah nyate bareng di BSR (Blimbing Sari Residence) . . .
mungkin waktu ini akan terkenang , semoga saja . tapi , . .
kenapa ada rasa yang berbeda ya ?
dulu pernah ada yang bilang :
"eh nanti kalo kita ngekost enak kali ya kalo nginep atau main di kosan siapaa gitu , kita kumpul kumpul kayak gini , main bareng , ngobrol , ngga sepi jadinya"
yah , tidak bersama mereka yang mengucapkan itu dahulu , tapi bersama mereka yang baru .
asik , baik , unik , menarik , tapi belum se-saik yang dulu , haha
H-10 , itu saja lah
bersama sonson disini , tetap stay tune di 69,4 FM , Sendowo Radioooo ~~
Sebuah pasukan kata yang tersusun dalam baris dan kolom , saf serta banjar , membentuk untaian peleton bait-bait yang dipimpin oleh Sang Koko
Kamis, 10 Januari 2013
Minggu, 06 Januari 2013
ah !
hari ahad ya . . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tiket udah di tangan , tertulis tanggal 18 siap meluncur . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ah , stay cool . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tapi . .
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tiket udah di tangan , tertulis tanggal 18 siap meluncur . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ah , stay cool . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tapi . .
.
.
.
.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KENAPA JADI GAK FOKUS UAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSSSSS ?????!!!!???!?!?!?!?!
Selasa, 06 November 2012
Kandungan Kulit Buah Manggis ? WOW
Selain rasa yang manis dan penampilannya yang enak dilihat, buah Manggis juga memiliki banyak kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.
Bahkan di beberapa negara, sudah sejak lama buah Manggis ini
dijadikan sebagai bahan terapi maupun obat alternatif. Sedangkan di
kalangan masyarakat tradisional sendiri, buah Manggis dipercaya bisa
menyembuhkan beberapa penyakit seperti sariawan, disentri, amandel,
borok, dengan kemampuan anti-peradangan atau anti-inflamasi yang
dimilikinya.
Hasil penelitian ilmiah menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat
kaya akan anti-oksidan, terutama xanthone, tanin, asam fenolat maupun
antosianin. Dalam kulit buah Manggis juga mengandung air sebanyak
62,05%, lemak 0,63%, protein 0,71%, dan juga karbohidrat sebanyak
35,61%.
***
Kandungan dalam Kulit Buah Manggis
Xanthone
Anti-oksidan yang terdapat dalam kulit buah Manggis dengan kadar yang
tinggi ini memiliki sifat yang baik dan bermanfaat bagi tubuh, seperti
anti-peradangan, anti-diabetes, anti-kanker, anti-bakteri, anti-jamur,
anti-plasmodial, dan mampu meningkatkan kekebalan tubuh,
hepatoprotektif.
Di dalam senyawa xanthone teridentifikasi sekitar 14 jenis senyawa
turunannya. Yang paling banyak terkandung dalam buah Manggis ialah
kandungan alfa-mangostin dan gamma-mangostin. Apa itu alfa-mangostin?
Alfa-mangostin adalah senyawa yang sangat berkhasiat dalam menekan
pembentukan senyawa karsinogen pada kolon. Selain alfa-mangostin,
senyawa xanthone juga mengandung gamma-mangostin yang juga memiliki
banyak manfaat dalam memberikan proteksi atau melakukan upaya pencegahan
terhadap serangan penyakit.
Menurut penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 1970-an, kedua
turunan senyawa xanthone tersebut bisa menghentikan proses peradangan
atau inflamasi dengan jalan menghambat enzim COX-2 yang merupakan enzim
pemicu peradangan.
Dalam penelitian lainnya juga ditemukan fakta bahwa gamma-mangostin
memiliki sifat anti-radang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan
obat-obat inflamasi yang selama ini beredar di pasaran. Dengan demikian,
gamma-mangostin mampu memberikan proteksi pada serangan penyakit yang
menyebabkan inflamasi seperti alzheimer dan arthritis.
Tanin
Tanin, senyawa lain yang terkandung dalam kulit buah Manggis,
memiliki aktifitas anti-oksidan yang mampu menghambar enzim seperti DNA
topoisomerase, anti-diare, hemostatik, anti-hemoroid, dan juga
menghambat pertumbuhan tumor.
Tanin sendiri mampu membentuk kompleks kuat dengan protein sehingga
dapat menghambat penyerapan protein dalam pencernaan. Dengan kata lain
bisa disebut anti-nutrisi. Oleh sebab itu, kadar tanin dalam
produk-produk pangan patut diperhatikan dan diformulasikan secara cermat
supaya kadarnya aman untuk pencernaan manusia.
Antosianin
Antosianin juga memiliki kemampuan sebagai anti-oksidan yang baik dan
memiliki peranan yang cukup penting dalam mencegah beberapa penyakit
seperti kanker, diabetes, kardiovaskuler, dan neuronal. Antosianin
merupakan kelompok pigmen yang terdapat dalam tanaman dan biasanya
banyak ditemukan dalam bunga, sayuran maupun buah-buahan seperti
Manggis, Stroberry, Rasberry, Apel, dan lainnya.
***
Khasiat Lain Kulit Buah Manggis
Potensi khasiat yang dimiliki oleh kulit buah Manggis tak hanya
berhenti sebagai anti-oksidan saja, namun ada khasiat lainnya
sebagaimana akan dijabarkan dalam uraian berikut.
Anti-inflamasi (Peradangan)
Kulit buah Manggis memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi
(anti-peradangan). Untuk membuktikan hal itu, penelitian yang dilakukan
adalah dengan memakai mangostin dari ekstrak etanol 40% yang memiliki
aktifitas penghambatan terhadap pelepasan nistamin dan sintesis
prostagladin E2 sebagai perantara inflamasi. Kandungan ekstrak etanol
dalam kulit buah Manggis mampu meredam radikal bebas secara kuat.
Anti-kanker
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kandungan xanthone dalam
kulit buah Manggis mampu berperan sebagai senyawa anti-kanker. Kulit
buah Manggis memiliki sifat antiproliferasi untuk bisa menghambat
pertumbuhan sel kanker, selain juga mampu menghancurkan sel kanker.
Anti-mikroba
Kulit buah Manggis juga dikenal memiliki daya anti-mikroba terhadap beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus. Bakteri ini sangat resisten terhadap anti-biotik metisilin.
Selain manfaat diatas, ternyata masih banyak manfaat lainnya dari
kulit buah Manggis seperti keampuhannya dalam mengatasi TBC, Asma,
Jantung koroner, dan kemampuannya meningkatkan daya tahan tubuh terutama
bagi orang yang sedang mengidap HIV/AIDS yang tak bisa disembuhkan.
Penelitian lain juga
menyebutkan bahwa kulit buah Manggis sangat mujarab untuk melawan sel
kanker payudara, lever, dan leukemia. Sungguh sangat mengagumkan dan
menakjubkan fungsi dan manfaat yang dimiliki oleh kulit buah Manggis
yang sejatinya bisa dengan mudah kita mendapatkannya!
***
Sumber :
http://www.deherba.com/kandungan-kulit-buah-manggis.html
+ beberapa gambar nyari dari google , heheh
subhanallah , Allah emang Pencipta Yang Maha Hebat ya , sampai kulit manggis yang sering kita lupain pun banyak kandungan bermanfaatnya :)
+ beberapa gambar nyari dari google , heheh
subhanallah , Allah emang Pencipta Yang Maha Hebat ya , sampai kulit manggis yang sering kita lupain pun banyak kandungan bermanfaatnya :)
Label :
OPang (Obat dan Pangan)
"Biar Cepet Gonjreng"
Seorang
Kepala Sekolah di sebuah SMA, baik budi pekertinya, santun tutur
katanya, ramah dan selalu berusaha terlihat gembira. Tak pernah
pernah pilih kasih untuk menebar senyuman meski sedang dilanda
kesdihan ataupun permasalahan. Selalu mencoba untuk menampilkan yang
terbaik di hadapan keluarga keduanya dan tetap berperangai ceria
walau sudah berkepala lima. Itulah Ibu Yetty Nugraha, kepala
sekolahku saat aku masih mengeyam pendidikan di bangku SMA.
Aku
pernah mendengar bahwa kesan pertama saat bertemu seseorang akan
selalu teringat dalam memori dan akan menampilkan gambaran umum
tentang karakter seseorang. Saat pertama kali Ibu Yetty berbicara di
depan ribuan siswa SMA Negeri 4 Kota Bekasi, beliau tampil dengan
begitu enerjik, nada bicaranya melambai dan santai, tidak terlalu
serius tapi semua siswa tetap fokus memperhatikan beliau yang sedang
memberikan pesan-pesan dalam upacara bendera. Saat melihat tingkah
beliau saat memberikan amanah upacara dengan gayanya yang begitu
ceria, banyak siswa-siswi yang tertawa melihatnya, tetapi beliau
tetap terseyum dan melanjutkan pembicaraannya dengan bahagia. Sekali
saja bu Yetty naik podium untuk memberi pesan-pesan pada saat upacara
atau hanya sekedar berbicara, pikiran semua siswa-siswi dan para
pegawai SMA seperti terhipnotis oleh pembawaan beliau yang sangat
berbeda dengan guru-guru dan kepala-kepala sekolah lainnya. Sehingga
kesan pertama yang terpatri dalam pikiran kami semua adalah bu Yetty
yang begitu ceria dan menyenangkan.
Setiap
selesai upacara atau setiap setelah bel tanda masuk berbunyi, beliau
selalu menyempatkan diri untuk berpatroli keliling sekolah, melihat
keadaan sekolah dan para warganya. Pernah suatu kali kelasku kosong,
guru yang seharusnya mengajar belum datang dan pada saat itu bu Yetty
sedang berkeliling sekolah. Melihat kelasku yang kosong, beliau
segera masuk untuk mengecek keadaan kelas, “Assalamualaikum”,
ucapnya dengan lembut. “Waalaikumussalam”, jawab kami serempak.
Kemudian beliau bertanya dengan suara yang begitu lembut, seperti
seorang ibu yang bertanya kepada anaknya, menanyakan siapa gru yang
seharusnya mengajar dan mengapa guru yang bersangkutan belum datang.
Kami juga tidak tahu. Akhirnya bu Yetty menyempatkan diri untuk
mendengar curahan hati kelas kami sebelum guru yang mengajar datang.
Beliau menanyakan apa-apa saja yang perlu dibenahi di kelas kami dan
kami pun serentak menjawab, “Pintunya buuuuuuuuu. . .”, karena
memang pada saat itu pintu kelas kami dan kelas sebelah kondisinya
kurang baik. Pintu kelas kami selalu menganga lebar, tak bisa
tertutup rapat apabila tak ada yang mengganjal pintunya.
Masih banyak lagi
curahan-curahan hati siswa yang disampaikan kepada Kepala Sekolahku
itu. Beliau mendengarkan dengan baik, mencerna segala masukan yang
kami utarakan. Bu Yetty memang terkenal sebagai orang terbuka yang
siap menerima aspirasi orang banyak. Setelah bertanya keluhan kelas
kami, beliau mengucapkan terima kasih, mengucapkan salam, dan pergi
dari kelas kami sambil melambai-lambaikan tangan. Entah tiga bulan
atau empat bulan sesudah itu, semua pintu kelas diganti dengan yang
baru, lebih bagus dan bisa ditutup rapat! Kami senang, bu Yetty pun
riang.
Selain sarana dan
prasarana, pihak sekolah juga berusaha membangun iman dan takwa
karena dua hal tersebut adalah modal utama pelajar selain dari
kepintaran agar bisa bersaing di kehidupan sebenarnya. Kepintaran
yang tidak disertai dengan iman dan takwa bagaikan rumah tanpa
pondasi. Mungkin saja terlihat mewah, tapi karena tak ada pondasi,
rumah itu bisa rubuh kapan saja. Begitulah orang pintar tanpa iman
dan takwa, dia bisa hidup dan terlihat hebat, tapi tak bisa berdiri
kokoh karena hidupnya tak berdasarkan landasan-landasan agama.
Oleh
karena itu, setiap sekolah harus mempunyai program untuk membina
keimanan dan ketakwaan seluruh warga sekolahnya. Sekolahku sudah
mencoba mengaplikasikan hal tersebut dengan cara menyediakan waktu 15
menit sebelum bel masuk sebagai waktu “Imtak” (Iman dan Takwa).
Pada waktu tersebut, yang muslim dipersilahkan untuk membaca quran
atau mendengar tausyiah dari salah seorang siswa dan yang nonmuslim
dipersilahkan beribadah sesuai agama dan kepercayaannya
masing-masing. Yang paling aku ingat dari waktu imtak adalah bu Yetty
yang selalu menyempatkan diri berkeliling sekolah untuk mengecek
apakah para warga sekolahnya sudah memaksimalkan waktu imtak yang
sudah disediakan atau belum. Jika belum, maka beliau menunggui suatu
kelas sampai benar-benar mengoptimalkan waktu imtak. Tak hanya itu,
terkadang juga beliau menambahkan dengan sedikit nasihat yang
pastinya bermanfaat.Benar-benar kepala sekolah yang peduli akan
murid-muridnya.
Selain
kegiatan akademik, sekolah juga mendukung kegiatan yang menunjang
prestasi nonakademik, yang biasanya diraih oleh siswa-siswi yang
aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang ada. Bantuan, binaan, dan
perhatian sekolah sangat mempengaruhi maju atau tidaknya
ekstrakurikuler di suatu sekolah, contohnya di sekolahku. Sebelum bu
Yetty memimpin, banyak ekstrakrikuler yang pontang-panting
kebingungan karena sulitnya mendapatkan izin mengadakan suatu acara
dan kesulitan mendapatkan dana bantuan untuk menyelenggarakan acara
atau untuk mengikuti perlombaan. Tapi semua itu berubah setelah bu
Yetty memimpin. Banyak acara-acara ekstrakrikuler yang lebih mudah
mendapat izin untuk diselenggarakan, banyak peserta lomba perwakilan
SMA yang mendapat bantuan dana untuk menunjang perlombaan, dan lain
sebagainya. Semua itu diizinkan bu Yetty karena beliau yakin bahwa
kegiatan ekstrakrikuler akan membantu pembelajaran siswa, baik dalam
segi akademik maupun nonakademik.
Begitulah
bu Yetty Nugraha, orang ramah yang peduli terhadap kemajuan warganya.
Beliau terbuka, siap menerima masukan dan curahan hati semua warganya
dan akan berusaha merealisasikan apa yang diinginkan warganya jika
itu memang baik dan bermanfaat.
Banyak sekali
kebijakan-kebijakan bu Yetty yang mendapat respon baik dari warga
sekolah karena kebijakan-kebijakan yang beliau buat memang sangat
bermanfaat bagi warga sekolah. Selain itu bu Yetty juga orang yang
selalu ingin bermusawarah, beliau tak ingin keputusan hanya ada di
tangannya sendiri. Bukan hanya guru yang diajak bermusyawarah, tetapi
juga murid. Aku tau dan aku pernah merasakannya karena dulu aku
pernah menjadi ketua kelas. Bu Yetty selalu mengundang perwakilan
setiap kelas (yang biasanya perwakilannya adalah ketua kelas) jika
ada hal-hal penting yang harus dimusyawarahkan atau hanya sekedar
diumumkan. Setiap bermusyawarah, bu Yetty bersikap serius namun tetap
santai, beliau juga bersikap tegas dalam memberi keputusan namun juga
lembut dalam menyampaikan pemikirannya.
Hal
yang paling diingat oleh semua orang yang pernah bermusyawarah
dengannya atau mendengar pidatonya adalah kalimat penutup yang hampir
selalu diucapkannya ketika akan mengakhiri musyawarah atau
pembicaraan. Contohnya pada saat upacara bendera, saat beliau
mennjadi pemberi amanah upacara. Setelah beliau menyampaikan segala
permasalahan dan pengumuman, beliau berkata, “Biar
cepet gonjreng ya nak
ya, hihi”. Selalu begitu. Tawa kecil dan senyuman lebar selalu
mengiringi perkataan yang dilontarkan dengan logat sundanya yang
kental. Perkataan beliau “biar
cepet gonjreng”
maksudnya adalah “supaya cepat selesai”, agar tidak ada lagi
permasalahan yang menumpuk dan belum terselesaikan. Bu Yetty adalah
orang yang tidak ingin menunda pekerjaan. Jika bisa dikerjakan, maka
akan dikerjakan saat itu juga. Bu Yetty juga tidak ingin ada aspirasi
atau keluhan warga sekolahnya yang tidak terealisasikan jika itu
memang baik. Beliau ingin cepat-cepat menyelesaikannya agar banyak
orang senang dan keluhannya bisa teratasi. Prinsip bu Yetty adalah
“biar cepet
gonjreng”.
Selain
perkataan gonjreng,
ada kalimat bijak yang keluar dari mulut bu Yetty yang mungkin akan
selalu terngiang di telinga warga sekolah. Kalimat itu adalah
“Memungut sampah tidak akan menurunkan derajat seseorang”. Jika
orang harus membungkuk untuk memungut sampah, bukan berarti wibawa
dan derajatnya juga ikut membungkuk, malah derajat dan wibawanya akan
naik karena mencintai kebersihan.
Suatu perkataan
tidak akan bernilai tanpa perbuatan. Dan nasihat yang terbaik adalah
dengan mencontohkan. Itulah bu Yetty. Beliau tidak hanya sering
menasihati warga sekolah untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi
juga melaksanakannya dan menjadi sosok teladan pahlawan kebersihan di
sekolah. Tak peduli dia kepala sekolah atau rakyat biasa, bu Yetty
tetap akan memungut sampah yang berserakan atau yang ada di lantai
jika memang beliau melihatnya.
Mungkin
ada beberapa orang yang berbuat baik untuk menunjukkan kesan atau
agar terlihat baik di mata orang lain, apalagi sebagai pemimpin baru.
Tapi tidak dengan bu Yetty. Dari awal menjabat sebagai kepala sekolah
sampai masa baktinya berakhir, beliau selalu menjaga kebersihan
lingkungan sekolah. Sangat berbeda dengan beberapa temanku yang malas
membuang sampah, biasanya mereka hanya menaruh sampah-sampah tersebut
di kolong meja sehingga kolong meja menjadi bau dan menyengsarakan
yang kebagian jatah piket. Selain ke kolong meja, banyak juga temanku
yang langsung melemparnya ke luar jendela.
Sekali lagi aku
katakan, sungguh berbeda! Temanku rajin membuang sampah sembarangan
sedangkan bu Yetty rajin memungut sampah yang berserakan, tak peduli
tangannya akan dipenuhi kotoran atau diselimuti bau yang tidak
mengenakkan. Sungguh kewibawaan dalam kesederhanaan penampilan yang
menakjubkan.
Ada satu hal yang
membuat aku terdiam. Pernah suatu kali bu Yetty ke halaman lantai dua
dengan memakai sandal, lalu beliau memunguti sampah-sampah yang ada
disana. Aku bisa tahu karena halaman lantai dua terletak di samping
kelasku pada saat itu. Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri.
Ironis, sungguh ironis sekali. Bu Yetty memunguti sampah berserakan
yang dibuang oleh para murid-muridnya, yang dalam kasus ini
murid-muridnya adalah beberapa teman kelasku yang malas membuang
sampah pada tempatnya.
Pada saat itu sedang
ada guru yang mengajar di kelasku, jadi kami tak bisa membantu bu
Yetty untuk membersihkan sampah-sampah itu. Guru yang sedang mengajar
kelas kami hanya berkata, “Tuh
liat, kepala sekolah
kalian aja mau mungutin
sampah, masa kalian ngga
mau? Buang sampah di tempat sampah aja
susah, ngga
malu sama bu Yetty?” setelah itu guruku berpesan kepada kami
sekelas agar tidak membuang sampah di sembarang tempat lagi.
Hanya sekejap saja,
bu Yetty menjadi pusat perhatian kami. Kulihat beliau tetap tersenyum
dan tertawa-tawa kecil sambil mengobrol dengan panjaga sekolah yang
juga sedang membantu bu Yetty membersihkan halaman lantai dua.
Sungguh teladan yang baik. Beliau tak hanya menasihati, tapi juga
memberi bukti. Beliau bekerja bukan untuk kesenangan pribadi, tapi
untuk memenuhi panggilan hati. Beliau juga bekerja tanpa ada yang
memaksa, tapi tetap dilakukannya dengan penuh semangat yang membara
dalam jiwa dan raga.
Pada
satu waktu, aku bersama teman-temanku sedang mengobrol di depan
laboratorium kimia bersama bapak asisten lab, Mang Iing panggilannya.
Beliau bercerita kalau bu Yetty adalah orang yang peduli dengan semua
kalangan, sifatnya keibuan, mengayomi para guru sampai petugas
kebersihan, dan tidak pernah memandang jabatan. Mang Iing
menambahkan, bu Yetty selalu mengajak makan penjaga sekolah bersama
pegawai lainnya. Berbeda dengan kepala-kepala sekolah dahulu yang
jarang mengajak penjaga sekolah makan bersama.
Selain
baik hati, ramah, dan berbudi pekerti, bu Yetty juga punya semangat
yang tinggi. Hal ini terbukti ketika beliau terkena musibah. Pada
suatu malam setelah pulang rapat di sekolah, beliau membuka pagar
sekolah, dan mungkin ada penyangga pagar yang kendor sehingga pagar
setinggi tiga meter dan lebarnya enam meter jatuh menimpa tubuh
kepala sekolah yang mungil itu. Beruntung ada yang menolong beliau
dan segera membawanya ke rumah sakit.
Setelah diperiksa,
ternyata beberapa tulang di daerah punggungnya ada yang retak. Beliau
harus dirawat agar tulangnya sembuh total. Tapi baru skitar tiga
minggu dirawat, beliau sudah memaksa untuk berangkat ke sekolah
kembali, padaal keadaannya belum sembuh total, untuk berdiri saja
masih belum kuat. Tapi dengan semangatnya yang menggebu-gebu dalam
dada, beliau tetap berangkat ke sekolah meski harus duduk diatas
kursi roda. Tak hanya sampai situ saja, bahkan beliau memaksakan
berdiri untuk memberi amanah upacara dengan gembira diiringi
lenggak-lenggok tubuh kecilnya yang memimpin menyanyikan lagu!
Sungguh seorang kepala sekolah super yang tidak bisa diduga.
Ada pertemuan, maka
ada perpisahan. Ada awal, maka ada akhir. Akhir perjalanan
kepemimpinan seorang yang tidak pernah menampakkan kesedihan. Sebuah
perpisahan yang sangat mengharukan, ketika harus melepas kepergian
sang kepala sekolah yang sering mengundang keceriaan. Semua yang
hadir meneteskan air mata, banyak yang tak bisa menahan kesedihan
yang tertahan dalam dada. Air mata yang mengalir di pipi menandakan
berakhirnya masa reformasi sekolah kami. Meski masih bisa bertemu,
tapi banyak yang terharu karena tak bisa lagi beratap satu dengan
reformator yang periang itu. Posisi bu Yetty digantikan oleh kepala
sekolah yang baru, yang kami harap bisa melanjutkan jejak-jejak
perjuangan perubahan menuju kebaikan yang sudah dirilis oleh bu
Yetty.
Bagi warga sekolah
kami, bu Yetty adalah inspirator. Pembawa perubahan yang mengarah
kepada kebaikan layaknya reformator. Pemimpin yang suka bermusyawarah
dan memprioritaskan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi,
menjauhi sifat diktator. Jika bicara kata-katanya akan didengar
banyak orang seperti orator. Sungguh beruntung kami memiliki kepala
sekolah seperti beliau, yang berani mengajak kepada kebaikan bagai
pelopor.
================================
Cerpen ini dibuat untuk ikut lomba , tolong do'ain semoga bermanfaat + bisa menang ya ! heheheh :D insya Allah pengumumannya tanggal 11 November , hari Ahad . Sebetulnya bikinnya udah lama , tapi baru diposting disini soalnya nunggu dikirim ke panitia dulu . Ohiya , tolong komentarnya juga ya , untuk perbaikan karya-karya berikutnya , makasih :)
Label :
cerpen,
Hikmah n Quotes,
SMA
Senin, 05 November 2012
Idul Adha @Kisik - Sabtu Minggu
Allahu Akbar Allahu Akbar !!!
“Takbir adzan berkumandang
Waktu malam telah pergi , waktu subuh telah datang
Speaker masjid mengundang banyak orang
Untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Penyayang”
Hari in hari kedua di Desa Kisik .Alhamdulillah , masih bisa
sholat subuh berjama’ah . Ba’da subuh , semua balik ke kegiatannya masin-masing
. Ada yang keliatan sibuk sama laporannya , ada yang baca buku di teras masjid
, ada yang takbiran di dalem masjid , dan aku ? Pukul bedug gak karuan di luar
masjid , haha
Tapi ngga lama-lama . Kami juga harus nyiapin masjid untuk
Sholat Ied . Ada yang nyapu dalem masjid , teras masjid , sampe Mas Bima (Sang
Ketua Panitia Mahasiswa) nyapu halaman masjid . Pas semuanya udah beres , kami
langsng siap-siap , mandi biar rapi . abis mandi , semua langsung menuju ke
Masjid Kisik
Lanjut takbiran lagi . . .
Sampe kira-kira jam 7 pagi , baru deh kita mulai sholat ied
, dipimpin oleh Pak Ustadz Irfan , ustad terganteng se-Desa Kisik , hehheh .
ba’da sholat , pak Irfan lanjut isi khotbah . tapi ada yang beda dari khotbah
biasanya . Kalo ustad biasanya pake kertas untuk catetan khotbahnya , lhaa ini
pak Irfan pake laptop , haha . Kata Pak Irfan “kan Go Green , ngga buang-buang
kertas” . mantep bener deh emang ustad yang satu ini :)
Abis ceramah , trus pak Irfan ngasih sedikit penjelasan
tentang Sholat Dhuha nih , ngga Cuma teori , tapi juga praktek , tapi
prakteknya ngga sampe 2 SKS , haha . pak Irfan ngejelasin, sholat dhuha itu
bisa memperlancar rezeki , kalo kita sering sholat dhuha , insya Allah
rezekinya makin lancer
Abis dengerin ceramah , kami makan , trus ganti baju , abis
itu siap-siap menuju ke TKP (Tempat Kejadian Penyembelihan) . woahh disana udah
rame , banyak orang yang pengen negliat langsung proses penyembelehan 1 Sapi +
12 Kambing . lagi pengen nyembeleh , mas Bima minta tolong aku sama Fajar
ngambilin Banner yang tulisannya “Selamat Idul Adha” plus ada gambar UGM sama
KMMTP-nya kecil dibawah , haha
Nyarinya repot .pertama ke masjid , nyari-nyari , ngga ada .
trus ke tempat pak Dukuh , soalnya dikirain da yang mindahin kesana, eeh ngga
ada juga . yaudah nanya lagi ke mas bima , katanya di masjid , yaudah nyari
lagi balik ke masjid , cari-cari celingak-celinguk tengak-tengok kanan-kiri
tapiiiiiiiii gak ketemu juga . Sampe akhirnya aku longok kolong meja deket laci
di teras masjid , nnaahh !! Alhamdulillah ada disitu , haha . tapi sebelum
pasang banner . . . . . . .
Banyak yang minta foto , , sampe agak lama itu fotonya
Trus lanjut masang , Fajar aku mas Denny sama mas Hartono ,
kami ke depan gapura untuk masang banner di gapura . tapi pas nyampe sana
, .
. oohh !!gapuranya kependekan , kurang pas kalo dipasang disitu ,
akirnya ada yang ngusulin masang di pohon kelapa yang lebih tinggi . trus Fajar
dengan berani manjat tu pohon kelapa , Alhamdulillah dia nyampe. Abis itu kata
mas Hartono , yang jago manjat itu Pantoko , trus aku panggil pantoko juga
untuk manjat . tak bisa dipungkiri , Pantoko emang jago manjat , baru sebentar
udah nyampe kira-kira 2,5 meter lah , haha . ngga lama , Alhamdulillah banner
udah rampung dipasang
Balik lagi ke TKP .disana kami nontonin banyak darah-darah
keikhlasan yang mengalir menuju tanah ..
Abis itu mulai pengulitan .kalo penyembelihan kami ngga ikut
, hehe . tapi kalo ngeletin (pengulitan)
kami ikut , tapi . .. . .
Salah ngulitin , haha . astaghfirullah al ‘aazhiim . kata
bapak-bapak sana ngga apa-apa ,
namanya juga belajar . tapi tetep lah ngga enak ati sama warga sana
Abis ngulitin , sebagian tetep nglitin , sebagian bantu
pencacahan , dan sebagian ikut bersihin jeroan , termasuk aku . Rada jauh sih
sungai tempat bersiihin jeroannya .disana terik matahari sudah menyambut kami ,
haha . tapi enak , sungainya tiu masih bening , bersih , ngga kaya kali-kali di
Bekasi , udah kotor . apalagi Jakarta , wah parah banget dah kalo kali disono .
abis dibelah , dicuci , trus digosokin pake batu putih (lupa namanya biar ngga
keliatan kusem
Lumayan lama nyucinya , disana ada bapak-bapak warga sana
plus bocah-bocah yang semangat bantuin . warga sana kreatif lho ! kan pas nyuci
jeroan it Cuma dikit yang bawa piso , nnaahh mereka pake bambu (disana banyak
banget bambu) dibelah , trus ujungnya diruncingin . jadi bisa dipake untuk
gantinya piso , keren deh !
Kira-kira 2 jam berlalu , matahari dan awan-awan sudah
saling beradu , tiada lagi suara kambing dan sapi yang melengu , banyak orang
yang mencari makan untuk perut yang sudah menggerutu
Udah agak lama , banyak jeroan yang udah bersih , satu per
satu pasukan KMMTP pergi keatas dari sungai yang penuh isi jeroan . Yang
terakhir itu sisanya aku , Bagas , Fajar , mas Satria , sama Dayu . pas pengen
keatas , mas Satria gosok-gosok tangan dulu pake batu kali , adek-adek
angkatannya jadi penasaran , trus pada ikutan , haha. Daripada gosokin tangan
di kali itu , mending sekalian cuci tangan di masjid , yaudah akhirnya pada
bawa batu kali masing-masing satu , heheh
Nyampe sana trus cuci tangan , trus disuruh makan siang,
Alhamdulillah . pas kami nyampe sana yang ngulitin, yang nyembeleh , pencacahan
daging sama pembungkusan juga udah rampung . jadi bisa makan bareng deh sama
semuanya . makan siangnya mantap banget , pake gulei kambing , sedaappp !!
apalagi makannya pas masih capek , woaaaaahhh mantaaaappp !! ditemani aroma
kambing yang masih nempel di badan , heheh
Abis itu trus mandi , rapi-rapi , trus sholat jum’at deh .
abis sholat jum’at , banyak banget yang pada tepar , tidur tergelepak di dalam
masjid , haha . tapi ada juga yang belajar Matematika Industri , itulah mas
Sofyan . soalnya masih dalam minggu-minggu UTS . rencana kami , malemya ada
pengajian akbar , trus besok paginya (hari sabtu) ada lomba untuk anak-anak
kecil . tapi pas siang itu ada kabar dari istrinya pak Dukuh kalo hari Sabtunya
itu SD negeri masuk , nnaahh berhubung banyak anak-anak sana yang sekolah di SD
negeri , berarti banyakk yang ngga bisa kalo lomba hari sabtu . yaudah makanya
lomba dimajuin jadi jum’at sore . agak mendadak ~
Alhamdulillah , abis ashar ada 30an anak yang dateng , lomba
bisa jalan deh . tapi ada sedikit kendala kawan . pas lomba itu sempet ada yang
berantem sampe satunya nangis , haha . tapi semua bisa diselesaikan . sampe
lomba selesai , asik deh , walau bocah-bocahnya agak ‘hiper’ , heheh
Abis itu madni , trus siap-siap untuk sholat maghrib . abis
sholat maghrib , makan gulei lagiiiiiiiiiii , Alhamdulillah :D
Ohiya , guleinya buatan pasukan akhwatnya , sedap deh ,
guleinya nikmat banget (sebagai anak kost , ini terasa nikmat banget , soalnya
jarang-jarang makan daging , wkwk)
Trus lanjut sholat isya , abis itu pengajian akbar . ada
panitia yang ngejemput ustadnya . nnaahh pas waktunya , pak ustad yang
seharusnya ngisi belom dateng juga . ada sedikit kendala di perjalanan , bisa
dibilang ‘nyasar’ , heheh . sambil nunggu Pengisinya dateng , mas Agam ngajak
para hadirin untuk baca qur’an dulu , dipimpin oleh saudara Ahmad Tsalis
Fahrurrozi dan Sedayu Restu Suci , baca surat al-kahfi (surat ke 18)
Alhamdulillah , beberapa menit kemudian , atau lebih
tepatnya bermenit-menit kemudian , pak Ustdanya dateng . mudah-mudahan materi
yang disampaikan bisa diterima penonton , heheh
Selesai ngisi , pak Ustad pulang dianter beberapa panitia .
trus sie acara ngumpul dulu sebentar , evaluasi sementara . abis itu acara
bebas , banyak yang masih ngobrol sama pak Irfan di masjid . banyak juga yang
tidur karena udah capek , termasuk aku , haha . tapi mas Catur masih ngobrol
sama pak irfan sampe jam setegah 2 , wihh , mantap sekali
Paginya , sholat subuh , takbiran lagi , trus ke urusan
masing-masing . ada yang mandi , ada yang makanin snack sisa semalem , ada yang
keliling Desa , ada yang masih takbiran , ada yang nyapu , dll . trus kira-kira
jam 7 pagi kami sarapan pake nasi goreng buatan pasukan akhwat , sepiring
bertiga , so seet , haha . kalo makannya rame-rame , insyaAllah berkah . makan
segitu ditambah banyak snack , Alhamdulillah perut keisi , keisi tapi ngga
kenyang banget (sesuai anjuran Nabi ngga
boleh kenyang-kenyang)
Abis itu panitia semua kumpul , foto bareng di bawah banner
. abis itu balik ke tempatnya pak Dukuh , pamitan sama beliau dan warga sana ,
trus pulang deh . di jalan , ada sedikit aksiden . ada yang jatuh dai motor
(nama dan merek motor disamarkan , untuk menjaga privasi , hehe) . tapi
alhadulillah ngga terlalu parah . perjalanan bisa lanjut lagi , walau si korban
jadinya naik mobilnya mas Adkha
Langganan:
Postingan (Atom)



